Segala
apa yang terjadi dalam hidupku baik itu suka maupun duka, semuanya telah aku lalui
sebaik mungkin bahkan aku coba hadapi sekuat yang aku bisa meskipun pada
akhirnya aku tak mampu dan hasilnya terkadang menyakitkan, aku selalu mencoba
untuk tetap bertahan dengan penuh kesabaran karena semua itu adalah bentuk ujian
dimana manusia diuji oleh Penciptanya. Seperti halnya cinta ini yang pada
akhirnya Ia ambil kembali, dimana semula cinta itu telah mempertemukan aku
dengannya dalam kesatuan rasa yang menguatkan, namun ketika Ia berkehendak maka
berpulanglah cinta untuk meninggalkan hati dan tersisalah kesendirian serta kenangan
yang menghadirkan kesedihan dihidupku dan hidupnya.
Jika
diambilnya cinta ini karena takdir-Nya, mungkin aku keliru karena mungkin saja
antara aku dan dialah yang melakukan kesalahan yang tak mampu mempertahankan cinta
ini dengan baik, sehingga tak ingin sucinya kasih dan sayang dalam cinta ini
sia-sia maka sudah sepantasnya diambil cinta itu kembali oleh-Nya. Sekalipun
telah aku sadari hal itu, namun tidak banyak yang dapat aku lakukan untuk
menyelamatkan cinta ini dan mempertahankan kamu untuk tetap disampingku untuk
waktu yang lama. Hal itu hanya akan menyisakan kesendirian yang membangkitkan
setiap kenangan disaat aku masih bersamanya dahulu dan kenangan itulah yang
melubangi hati serta mengubahnya menjadi derai air mata.
Sebanyak
apapun mulut ini berucap bahwa “aku mencintainya” itu tak akan mengubah satu
centimeter pun jarak yang telah terpisah ini, sehingga aku hanya mampu mencoba
untuk dapat menerima ini sebagai bagian dari rencana-Nya dan aku hanya berdoa
dan berharap semoga Ia sediakan yang paling baik dari keadaan ini, karena aku
yakin sebaik-baiknya rencana hanyalah rencana-Nya. Pemilik hati, aku sadari
semua yang datang dari-Mu adalah
kebaikan dan sampai kau hadirkannya cinta yang mempertemukan aku dengannya
itulah anugerah yang terindah, bahkan dirinya adalah sosok yang penuh
kesempurnaan menurut pandanganku dan hatiku. Syukurku aku panjatkan untuk-Mu
yang telah menghadiahkan dia dalam bingkai cinta dihidupku, walaw pun pada
keyataannya cinta ini tak bertahan untuk waktu yang lama, sekalipun telah
banyak kasih dan sayang yang telah aku urai untuk dirinya, sedikit pun aku tak
menyesal akan hal itu.
Pemilik hati, aku telah gagal menemaninya dalam cinta-Mu untuk waktu yang lama maka maafkanlah aku yang tak mampu menjaga apa yang telah Engkau berikan ini. Pintaku pada-Mu “bahagiakanlah dia selalu, sandingkanlah dirinya bersama orang yang mampu memahami segala inginnya dan jika ia menangis berikanlah tangis bahagia bukan derita” karena aku tetap mengasihi dan menyayanginya dengan cinta yang tak bermuara padanya.
No comments:
Post a Comment