Song

Saturday, 1 November 2014

Satu Centimeter

Segala apa yang terjadi dalam hidupku baik itu suka maupun duka, semuanya telah aku lalui sebaik mungkin bahkan aku coba hadapi sekuat yang aku bisa meskipun pada akhirnya aku tak mampu dan hasilnya terkadang menyakitkan, aku selalu mencoba untuk tetap bertahan dengan penuh kesabaran karena semua itu adalah bentuk ujian dimana manusia diuji oleh Penciptanya. Seperti halnya cinta ini yang pada akhirnya Ia ambil kembali, dimana semula cinta itu telah mempertemukan aku dengannya dalam kesatuan rasa yang menguatkan, namun ketika Ia berkehendak maka berpulanglah cinta untuk meninggalkan hati dan tersisalah kesendirian serta kenangan yang menghadirkan kesedihan dihidupku dan hidupnya. 

Jika diambilnya cinta ini karena takdir-Nya, mungkin aku keliru karena mungkin saja antara aku dan dialah yang melakukan kesalahan yang tak mampu mempertahankan cinta ini dengan baik, sehingga tak ingin sucinya kasih dan sayang dalam cinta ini sia-sia maka sudah sepantasnya diambil cinta itu kembali oleh-Nya. Sekalipun telah aku sadari hal itu, namun tidak banyak yang dapat aku lakukan untuk menyelamatkan cinta ini dan mempertahankan kamu untuk tetap disampingku untuk waktu yang lama. Hal itu hanya akan menyisakan kesendirian yang membangkitkan setiap kenangan disaat aku masih bersamanya dahulu dan kenangan itulah yang melubangi hati serta mengubahnya menjadi derai air mata.

Sebanyak apapun mulut ini berucap bahwa “aku mencintainya” itu tak akan mengubah satu centimeter pun jarak yang telah terpisah ini, sehingga aku hanya mampu mencoba untuk dapat menerima ini sebagai bagian dari rencana-Nya dan aku hanya berdoa dan berharap semoga Ia sediakan yang paling baik dari keadaan ini, karena aku yakin sebaik-baiknya rencana hanyalah rencana-Nya. Pemilik hati, aku sadari semua  yang datang dari-Mu adalah kebaikan dan sampai kau hadirkannya cinta yang mempertemukan aku dengannya itulah anugerah yang terindah, bahkan dirinya adalah sosok yang penuh kesempurnaan menurut pandanganku dan hatiku. Syukurku aku panjatkan untuk-Mu yang telah menghadiahkan dia dalam bingkai cinta dihidupku, walaw pun pada keyataannya cinta ini tak bertahan untuk waktu yang lama, sekalipun telah banyak kasih dan sayang yang telah aku urai untuk dirinya, sedikit pun aku tak menyesal akan hal itu.

Pemilik hati, aku telah gagal menemaninya dalam cinta-Mu untuk waktu yang lama maka maafkanlah aku yang tak mampu menjaga apa yang telah Engkau berikan ini. Pintaku pada-Mu “bahagiakanlah dia selalu, sandingkanlah dirinya bersama orang yang mampu memahami segala inginnya dan jika ia menangis berikanlah tangis bahagia bukan derita” karena aku tetap mengasihi dan menyayanginya  dengan cinta yang tak bermuara padanya.