Jika aku tak dapat melihatmu…
bahkan
dijarak terdekat diplupuk mata ini...
maka
maafkanlah aku…
Dan jika aku tak dapat menyentuhmu…
bahkan
dijarak terdekat dihelaan nafas ini…
maka
maafkanlah aku untuk yang terkhir…
Bagai
angin yang menerbangkan daun dan menyisakan rantingnya…
seperti
itulah akhir kisahku bersamamu…
Hapuslah
air matamu...
mulailah
berpaling dari batu ini…
dan
tataplah jalan yang ada dihadapanmu…
Hujan
akan segera turun…
membasahi
sudut bumi…
Pulanglah…
pulanglah
tanpa aku…
dan
segeralah kabarkan pada hatimu…
bahwa
dukamu akan menjadi warna terindah dalam setiap ingatanmu bersamaku…
Sekali lagi…
maafkanlah
aku yang tak melihatmu dan tak menyentumu dijarak terdekat ini…
Namun
di sini…
yang
entah dibelahan mana aku berada…
aku
menginginkan kamu bahagia dengan senyum dan tawa terindahmu…
Kemarin
tentang biasan rindu yang merangkai cemas...
Kini
tak berpulang hangat dalam pelukanmu...