Song

Tuesday, 21 January 2014

Dapat Kau Pahami

Ketika semua pergi dan tak lagi di sini hari-hariku mulai sepi, warna dihidupku mulai memudar, Arahku mulai tak menentu, langkahku mulai tak pasti...
Sepi...
Tak ada cerita yang menghadirkan canda dan tawa, tak ada cinta yang mengahadirkan rindu seperti hari yang lalu saat cinta masih hangat menyelimuti hati ini...
Harusnya dapat aku tahankan semua itu untuk waktu yang lama...

 Namun, semua tak mampu aku lakukan dan tak dapat aku tahankan hingga waktu berlalu yang perlahan mulai menghapus semuanya...
Kini hanya luka yang mendiami hati ini dan membawaku pada kerinduan yang teramat dalam...
Jika lukaku ini dapat kau artikan bahagia buatmu maka akan aku biarkan seperti ini...

Namun aku ingin kau pahami, aku selalu mecintaimu...
Jika kau katakan aku tak pernah ada saat kau sendiri, tak pernah mengerti segala lukamu dan tak lagi setia kepadamu...

Maka sadarilah saat aku benar-benar tak berada tepat disisimu...
Maafkan aku...
Sekalipun hati tak ingin dan harus terluka...

 Namun itulah yang harus aku pilih...

  Meninggalkan semua ini dan mulai melupakannya untuk selamanya...

Sampai kau mampu sadari tentang apa yang telah terjadi...
Kini aku doakan semoga kau temukan seseorang yang dapat mengerti segala  inginmu...

 Dapat bahagiakanmu saat kau sendiri, dapat membuatmu tersenyum saat kau terluka dan dapat mencintaimu dengan setulus hatinya...
Bahagialah cinta...

 Karena kau pantas untuk mendapatkannya...

Tak perlu kau ingat ataupun kau kenang kisah kita karena ia akan hilang dengan sendirinya...


Monday, 20 January 2014

Jeritan Hati

Beribu kesakitan darimu...
telah aku relakan untuk kau nikmati...
Kau masih sama saja...
Menelanjangiku dengan seribu kejalanganmu...
Kapan kau puas menguliti tubuh ini...
Kapan kau sadar telah melumat hati ini...
Semua sama saja...
Hanya sanggup tuk bertanya...
Siapa yang hina...
Gunung akan tetap membatu..
rumput akan segera mengering...
Semua sama saja...
hanya nampak untuk sembunyikan dia...

Saturday, 19 October 2013

Hati Yang Kurindui

Wahai engkau…wajah yang ku rindukan…
Aku disini memandangimu penuh pengharapan darimu...

Wahai engkau…jiwa yang ku impikan…
Aku disini mengharapkanmu hadir temani aku…

Wahai engkau…hati yang ku dambakan…
Aku disini menantikanmu membawaku pada cintamu...

Wahai engkau...nama yang ku sebutkan…
Tahukah kau...bahwa aku mencintaimu...

Entah bagaimana dapat aku menghentikan semua ini...
Semakin ku menolak rasa ini, maka semakin aku tak berdaya...
Tak berdaya...karena telah dalam aku salami perasaan ini tentangmu…
Hingga menyentuh relung hati terdalam…

Aku sadar dan aku mengerti…batas antara kau dan aku...
Namun semua tak dapat ku hindari...
Rasa ini telah menjadi biasan rindu di setiap hariku...

Walaw seperti itu, lewat untaian kata ini…
Aku hanya ingin kau tahu…bahwa hatiku selalu merindukanmu…

Meski tanpa sentuhanmu di sini…
Biarkanlah...
Biarkan aku meramu ini dengan baik dan biarkan…aku berjalan tanpa terhenti untuk melawan derasnya desiran rindu...
Menepikan perasaanku kepadamu...

Untuk engkau hati yang ku rindukan...